Setyoinfo-Ruhut Sitompul, salah satu pengacara tenar siap meninggalkan profesi yang telah 30 tahun ditekuninya. Dia pun rela mendapat gaji yang lebih kecil dibandingkan uang yang diperolehnya selama ini, untuk menjadi politisi Senayan.
"Teman saya berkata DPR itu apa? Saya bilang ini perjuangan, walau gaji jauh lebih kecil," kata Ruhut Sitompul saat ditemui dalam kampanye Partai Demokrat di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (3/4/2009).
Ruhut yang maju sebagai caleg momor urut II, untuk wilayah Dapil III Sumut yang meliputi, wilayah Binjai, Asahan, dan Batubara ini pun bercita-cita masuk ke Komisi III DPR.
"Terus terang, saat ini di Komisi III yang partner kerjanya meliputi MA, MK, Jaksa, KPK, dan polisi, banyak diantara mereka yang tidak mengerti hukum dan justru menari di atas gendang petinggi hukum," jelasnya.
Dia juga mengaku, siap untuk meloloskan rancangan UU yang memberikan vonis mati bagi koruptor.
"Koruptor dihukum mati itu akan saya perjuangkan, korupsi itu sama seperti kejahatan terorisme. Dan nanti cita-cita saya, akan kita sempurnakan UU itu dan juga saya akan perjuangkan agar KPK tidak hanya di Jakarta saja," urainya.
Pengacara yang kondang dengan panggilan Poltak ini juga sudah berkeliling selama 3 bulan di daerah pemilihanya.
"Saya tinggal di rumah penduduk, membaur dengan mereka dan berbicara dengan mereka," tambahnya.
Dia berjanji, bila duduk di Komisi III, penghasilannya akan dia sumbangkan untuk rakyat, selain itu dia juga akan ikut memberantas mafia peradilan.
"Aku berani bilang, tidak akan menjadi mafia peradilan, tidak akan itu mengawal klien-klienku lagi. Dan aku ingin membuat DPR bersih. Saat ini sudah cukup penghasilanku," tutup pria berusia 55 tahun ini, yang juga pernah aktif di Golkar ini
Ruhut sipoltak perjuangkan hukuman mati bagi koruptor
Diposting oleh setyotech Senin, 27 April 2009 di 00.39
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 comments
Posting Komentar