"Sikap DPD Golkar Kalbar terhadap pencapresan tetap berpegang kepada keputusan awal yaitu mengajukan JK sebagai Capres 2009," kata Zulfadli, di Pontianak, Rabu.
Ia mengatakan, DPD Partai Golkar Kalbar tetap berkomitmen mendukung JK sebagai Capres yang diusung partai berlambang pohon beringin tersebut. "Kecuali ada kesepakatan antar petinggi Partai Gokar yang menyetujui Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla sebagai Capres dan Cawapres 2009 - 2014," katanya.
Zulfadli mengatakan, dengan perolehan dukungan suara pada Pemilu Legislatif 2009, posisi Partai Golkar berada dibawah Partai Demokrat dan PDIP, hendaknya dijadikan acuan dalam memutuskan kembali berkoalisi atau tidak dengan Partai Demokrat.
"Kita akan mengkaji dari seluruh aspek kepentingan, yaitu kepentingan bangsa, masyarakat dan partai, selama SBY - JK berduet dalam memimpin Indonesia empat tahun terakhir apakah menguntungkan Partai Golkar atau malah sebaliknya," katanya.
Secara pribadi ia menilai selama lima tahun berkoalisi, posisi Partai Golkar berada pada posisi "terpasung" sehingga tidak memiliki sikap yang jelas pada masa pemerintahan SBY - JK.
"Semua keputusan apakah Golkar kembali berkoalisi dengan Demokrat tergantung hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) khusus Partai Golkar," ujar Zulfadli.
Sebelumnya, Wakil Sekjen DPP Partai Golkar, Rully Chairul Azwar kepada pers di Jakarta, Selasa mengemukakan, jika Rapim Khusus memutuskan akan melanjutkan koalisi dengan Partai Demokrat, maka Golkar kemungkinan hanya akan mencalonkan satu wakil presiden mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono yang akan dicalonkan sebagai presiden oleh Partai Demokrat.
Ia mengatakan, Rapimnas Khusus Partai Golkar pada 23 April 2009 untuk memutuskan dua opsi Golkar, yaitu akan melanjutkan koalisi yang digalang Partai Demokrat atau menjadi oposisi bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai oposisi. (*)
COPYRIGHT © ANTARA
0 comments
Posting Komentar